A Gift For Myself

 Banyak pandangan bahwa manusia pada dasarnya bersifat egois.Ini dikarenakan pada umumnya manusia lebih suka menerima sesuatu dari orang lain. Sesuatu berupa sebuah hadiah. Tetapi bukan juga selalu seperti itu. Banyak dari kita mengingat ulang tahun orang – orang yang kita kasihi dan memberikan hadiah untuk mereka. Menjelang hari raya kita me list nama – nama orang yang akan kita berikan hadiah. Dan bukankah kita tidak menempatkan nama kita dalam list itu ? Sesuatu yang konyol untuk dipertanyakan bukan ?

Mungkin konyol, tapi mungkin itu adalah satu hal kecil yang konyol bahwa kita harus coba. Mari kita mencoba berpikir tentang hal ini. Masing-masing kita telah melewati saat-saat ketika kita sangat keras pada diri kita sendiri. Pada suatu waktu kita mendorong diri kita untuk batas sangat minim, secara fisik dan mental. Kita mungkin menyimpan setiap sen uang yang kita hasilkan untuk bisa memberikan kejutan kepada seseorang yang kita cintai, atau untuk membawa kebahagiaan besar atau senyum di wajah seseorang itu. Tapi kapan terakhir kali kita telah menyertakan nama kita sendiri dalam daftar belanja hari raya atau membeli sendiri hadiah ulang tahun dan bernyanyi - "Selamat ulang tahun kepada saya"? Mungkin tidak pernah sekalipun..

Tapi mungkin kita harus mencobanya. Mungkin kita harus mencoba sekali dan memanjakan diri kita sendiri. Apakah kita bahkan pernah melihat ke cermin dan memberikan senyum besar untuk diri kita sendiri? Bagaimana dengan membeli hadiah untuk diri kita sendiri? Ini tidak benar-benar harus sangat mahal. Kita bisa membeli untuk diri kita sendiri sesuatu yang memiliki harga tertentu sehingga perlu bernegosiasi terlebih dahulu dengan isi dompet kita. Satu ide akan menjadi sesuatu yang special adalah membeli sebuah jewelry. Ada begitu banyak pilihan style & desain yang bisa dipilih sesuai dengan harga yang bisa kita jangkau. Kita tidak perlu bernyanyi - "Selamat Ulang Tahun kepada saya" untuk diri kita sendiri. Gemerlap dan mewah nya jewelry yang kita beli bisa berfungsi sebagai pengingat dan kita bisa melihat ke dalam cermin dan tersenyum lebar.

By Troy Tun